Kodim 0824 Jember meresmikan 20 jembatan Garuda, permudah akses warga kertonegoro


Jember || Visioner Nusantara.com_.

Senyum bahagia kini merekah di wajah warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, serta belasan desa lainnya di Kabupaten Jember. Akses transportasi yang bertahun-tahun menjadi kendala dan mencemaskan warga, kini terbuka lebar berkat hadirnya 20 titik Jembatan Perintis Garuda baru yang rampung digarap oleh Kodim 0824/Jember.

Peresmian 20 jembatan ini menjadi bagian dari agenda besar peluncuran nasional 3.995 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih bertajuk "Negara Hadir Untuk Rakyat". Yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Momen bersejarah yang penuh kehangatan ini dipusatkan langsung di area Jembatan Saluran Avour Klanceng, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Jember, Kamis (13/8/2026).

Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, hadir langsung untuk meresmikan fasilitas tersebut. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Jember Pujo Ardi Prabowo, jajaran Forkopimda Kabupaten Jember, Muspika, serta tokoh pemuda dan masyarakat setempat yang menyambut antusias infrastruktur pemutus isolasi ini.


Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diamanatkan dalam regulasi terbaru UU TNI Nomor 3 Tahun 2025. Langkah ini juga menjadi jawaban konkret atas usulan Pemerintah Kabupaten Jember yang melihat urgensi kebutuhan jembatan penyeberangan yang aman bagi pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah.

"Selesainya pengerjaan jembatan ini, salah satunya jembatan beton sepanjang 15,40 meter dengan lebar 3 meter di Kertonegoro, tentu akan memperlancar roda perekonomian. Namun yang tak kalah penting dan menyentuh hati kita, ini akan mempercepat sekaligus memberikan rasa aman bagi anak-anak kita saat berangkat dan pulang sekolah," ujar Letkol Inf Rifqi dengan penuh optimisme. Kamis 13 Agustus 2026.

Dari total 86 titik jembatan yang diinventarisasi oleh Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Jember, Kodim 0824/Jember bergerak cepat merampungkan 20 titik prioritas pada tahap awal ini. Fasilitas yang dibangun dengan peluh dan gotong royong ini tersebar di berbagai wilayah:

2 Titik Jembatan Gantung: Menghubungkan wilayah di Desa Badean dan Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari.

13 Titik Jembatan Beton (100% Rampung): Tersebar di Kecamatan Ajung (Desa Mangaran), Jenggawah (Desa Sruni, Desa Kertonegoro), Ledokombo (Desa Sumber Salak), Sumberjambe (Desa Gunungmalang, Desa Sumber Pakem), Jelbuk (Desa Sucopangepok), Arjasa (Desa Kamal), Tempurejo (Desa Andongrejo, Bandealit, P. Martin), Kencong (Desa Wonorejo), hingga Kali Ko'ong di Gunungmalang.

5 Titik Jembatan Armco: Tersebar di Kecamatan Sukowono (Desa Dawuhanmangli 1 & 2, Desa Ledokombo 1), Silo (Desa Sempolan), dan Sumberbaru (Desa Kaliglagah).

Di akhir sambutannya, Dandim Jember menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak dan masyarakat yang telah bahu-membahu membantu proses pembangunan.

"Semoga jembatan-jembatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat hingga anak cucu kita ke depan. Kami juga mohon doa restu, karena ke depan masih banyak titik jembatan yang menanti untuk dikerjakan. Semoga semua berjalan aman dan lancar," pungkasnya hangat.

Apresiasi tinggi juga datang dari parlemen. Wakil Ketua DPRD Jember, Pujo Ardi Prabowo, menegaskan bahwa Pemkab dan DPRD Jember sangat memprioritaskan program ini. Dari 86 jembatan yang terdata, sinergi dengan TNI terbukti menjadi akselerasi nyata yang dirasakan langsung oleh akar rumput.

"Terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Pak Dandim yang sudah menerima aspirasi dari seluruh masyarakat. Saat ini kita memang berada dalam tahap betul-betul mendekatkan diri kepada rakyat. Begitu banyak aduan masyarakat yang masuk ke kami, maupun lewat TNI-Polri, Kejaksaan, hingga Pertanian. Ini bentuk sinergi yang insya Allah akan kita tingkatkan terus, bahkan di tahun 2027 kami canangkan pembangunan yang lebih besar lagi," ungkap Ardi.

Ia menambahkan, melalui Badan Anggaran DPRD Jember, pihaknya sedang mengawal serius persoalan krusial ini. "Adanya jembatan sebagai penghubung perekonomian maupun pendidikan ini sangat membantu masyarakat, dan kami menempatkannya sebagai skala prioritas," tegasnya.

Ungkapan haru dan lega juga disuarakan oleh Kepala Dusun Kertonegoro Selatan, Oky Deniar Irawan, SH. Ia menceritakan betapa beratnya perjuangan warga sebelum jembatan beton ini berdiri tegak.

"Sebelumnya, ini hanya jembatan bambu (sesek) yang sudah lama rusak dan rapuh tergerus banjir. Berkat gotong royong TNI AD Kodim 0824/Jember, kebahagiaan warga kembali. Anak-anak sekolah dan para petani tidak perlu lagi memutar jauh hingga 6 kilometer hanya untuk ke sekolah atau mengangkut hasil bumi ke pasar. Jembatan ini memotong waktu perjalanan dan yang terpenting, menjaga keselamatan nyawa warga kami saat melintas," tutur Oky dengan mata berkaca-kaca.

(Rohman).