Satu Komando Gerakan Aksi Damai “Hitamkan Surabaya” PSHT Akar Rumput Tuntut Keadilan Hukum dan Tumpas Habis Premanisme Sampai Tuntas

Sesepuh PSHT Kang Mas Drs. H. Dhany Nartawan, SH., MH., ikut mengamankan aksi Hitamkan Surabaya.

Surabaya || Visioner Nusantara.com_.

Serentak Satu Komando gelar aksi damai bertajuk “Hitamkan Surabaya” yang digelar akar rumput Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) perwakilan Jawa Timur, di depan Mapolrestabes Surabaya, pada Jumat (30/7/2026) berlangsung tertib dan damai, dengan perkiraan peserta mencapai 10.000 orang.

Pendekar Sepuh PSHT Kang Mas Drs. H. Dhany Nartawan, SH., MH., turun langsung ke lapangan atas panggilan jiwa untuk menjaga keamanan dan mencegah anarkisme.

“Aksi ini murni digerakkan oleh arus bawah, di luar struktur kepengurusan organisasi, dan bertujuan menyuarakan tuntutan keadilan hukum yang berimbang serta pemberantasan premanisme,” ujarnya.

Ia mengawal rombongan yang berangkat dari Surabaya Barat, berkumpul di depan SWK Babat Jerawat, bergabung dengan warga dari Benowo, hingga melaju ke arah Kedungdoro.

Sepanjang perjalanan, rombongan mendapat pengawalan resmi dari kepolisian dengan pengamanan ekstra di setiap persimpangan, termasuk kawasan Margomulyo.

Terlihat empat matra keamanan serta pasukan Brimob dengan senjata laras panjang turut mengamankan situasi, tanpa ada penyekatan terhadap warga yang hendak masuk ke Surabaya.

“Saya tidak sebagai pejabat apapun, hanya sebagai warga PSHT yang dituakan, punya tanggung jawab moral untuk menjaga adik-adik agar aman menyampaikan aspirasi. Ini murni panggilan jiwa,” ujar Dhany.

Ia juga memastikan tidak ada barang terlarang maupun minuman beralkohol di kalangan peserta, menjamin aksi benar-benar damai tanpa kerusuhan.

Peserta aksi menyoroti ketimpangan dalam penegakan hukum. Selama ini, jika ada pelanggaran yang melibatkan anggota PSHT, penindakan dan penahanan dilakukan dengan cepat. Sebaliknya, dalam kasus yang melibatkan pihak lain termasuk kelompok penagih utang yang berbuat semena-mena, membawa senjata tajam dan bermarkas di Jalan Teuku Umar proses hukum berjalan lambat.

“Pelaku baru ditangkap atau menyerahkan diri setelah proses yang berlarut-larut, dan hingga saat ini masih ada satu orang yang belum diamankan,” terang Dhany yang juga seorang praktisi hukum ini.

Selain itu, aksi ini juga mengangkat peran besar PSHT dalam membantu kepolisian menjaga keamanan, termasuk saat kerusuhan beberapa bulan lalu di mana anggota PSHT turut mengamankan sejumlah Polsek agar tidak dijarah massa.

Setelah orasi aspirasi dari mobil komando di depan Polrestabes Surabaya, pihak kepolisian mengundang dua perwakilan peserta untuk bertemu langsung dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes. Pol. Lutfi.

Dalam pertemuan tersebut, aspirasi diterima dengan baik. Kapolrestabes bahkan menyapa massa dengan kalimat: “Aku ini bapake arek Suroboyo, yo bapake PSHT,” serta mengumandangkan salam komando PSHT Jaya.

“Pihak kepolisian juga menyetujui permintaan peserta untuk menetapkan pelaku yang masih buron sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, Koordinator Aksi Bondan menegaskan batas waktu toleransi jika dalam periode yang ditentukan tuntutan penangkapan tidak terpenuhi, akar rumput mengancam akan menggelar aksi “Hitamkan Surabaya” dengan massa yang jauh lebih besar,” jelas Dhany.

Ia menambahkan, Inti dari seluruh gerakan ini adalah satu tekad, memberantas premanisme, menjadikan Surabaya dan Jawa Timur bebas dari intimidasi dan kekerasan.

Akar rumput PSHT menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil dan berimbang, tanpa pandang bulu, agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat pulih kembali.

Aksi damai kemarin membuktikan, aspirasi dapat disampaikan dengan tertib dan damai. Kini, mata masyarakat menunggu apakah janji penegakan hukum akan segera diwujudkan, atau suara damai ini akan berubah menjadi gelombang yang lebih besar. 

(Yuda).