Dunia Entertainment Jember Bangkit! Film "Esok Masih Ada" Resmi Diluncurkan, Angkat Isu Bullying di Sekolah
JEMBER, Visioner Nusantara.Com
Dunia entertainment Jember mulai bangkit. Hal itu dibuktikan hari ini dengan launching film "Esok Masih Ada"_hasil kerja sama CV Lovers Manajemen bersama lembaga pendidikan SDN Sumbersari 01 Jember.
Launching bertempat di RM Lestari Jember pada Rabu, 14 Oktober 2026. Sekitar 70 orang hadir untuk menyaksikan launching film "Esok Masih Ada", di antaranya kru film, tamu undangan, serta Kepala Sekolah SDN Sumbersari 01 Jember dan jajaran guru.
Yuliana Permatasari selaku Produser Kreatif menjelaskan kepada beberapa awak media bahwa dirinya yakin perfilman di Kabupaten Jember mampu bersaing di tingkat nasional.
"Kami yakin perfilman di Kabupaten Jember ini mampu untuk bersaing di tingkat nasional. Dikarenakan talenta anak-anak muda di Jember bisa dikatakan mampu untuk membuktikan persaingan di dunia entertain, salah satunya hari ini kita bisa launching film Esok Masih Ada," ujarnya.
Menurutnya, kebangkitan dunia film di Jember memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
"Dalam hal ini perlu dukungan dan support dari berbagai pihak, terutama dukungan dari pemerintah Kabupaten Jember untuk ke depannya, agar supaya dunia entertain di Jember semakin maju dan terkenal. Harapan kami ke depannya dunia entertain di Jember bisa bersaing dengan yang lainnya dan mendapatkan support dari berbagai pihak dan pemerintah daerah," tegasnya.
Sementara itu, Ibu Badriah selaku Kepala Sekolah SDN Sumbersari 01 mengatakan pihaknya sangat bangga anak didiknya bisa terlibat, bahkan menjadi pemeran utama.
"Kami sangat bangga sekali anak didik kami bisa mengikuti pembuatan film ini, apalagi jadi pemeran utama," katanya.
Ia menjelaskan, film "Esok Masih Ada" mengisahkan tentang perundungan atau bullying yang sering terjadi khususnya di dunia pendidikan.
"Film Esok Masih Ada ini mengisahkan tentang perundungan/bullying yang bisa dikatakan sering terjadi khususnya di dunia pendidikan. Peran serta guru dan wali murid sangatlah dibutuhkan dalam hal ini, terutama pemerintah," jelasnya.
"Bukan kami saja yang bangga, akan tetapi wali murid pun sangat senang dan bangga. Dikarenakan peran serta wali muridlah sehingga terciptalah film Esok Masih Ada, tentunya berkat kerja keras dari kru filmnya," tambahnya.
Ia berharap film ini menjadi edukasi bagi generasi muda.
"Semoga ke depannya perundungan/bullying ini tidak terjadi lagi, apalagi setelah melihat film Esok Masih Ada sedikit banyak bisa membantu motivasi dan wawasan untuk generasi muda kita. Semoga dengan adanya film ini bisa membuat anak didik kita sadar akan bullying yang terjadi di sekolah, khususnya SDN Sumbersari 01 dan sekolah lainnya," pungkasnya.
(Wito)

