" TUMPLEK BLEK " Ribuan Warga Padati Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Rowotamtu, 22 Sound Horeg Guncang Rambipuji


JEMBER, Visioner Nusantara.Com 

Ribuan penonton tumpah ruah memadati sepanjang jalan jurusan Rambipuji menuju Puger dalam gelaran Karnaval Budaya memperingati HUT RI ke-81. Tepatnya di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, acara berlangsung meriah hingga larut malam. Sabtu ( 26/9/2026)

Sebanyak 22 unit sound horeg ikut memeriahkan karnaval yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Karnaval diberangkatkan dari Dusun Curahancar dan finish di Desa Rowotamtu yang menjadi tuan rumah hajatan.

Menariknya, panitia menutup total akses jalan Rambipuji - Puger untuk kendaraan umum. Tidak ada lalu-lalang kendaraan, sehingga jalannya karnaval berlangsung lancar, aman, dan tertib tanpa gangguan.

Salah satu penonton, Iwan mengaku sengaja datang untuk menyaksikan fenomena sound horeg yang sedang viral.

"Kami sengaja hadir untuk melihat acara sound horeg ini, karena ini merupakan hiburan yang lagi ngetren saat ini," ujarnya.


Seperti biasanya, acara karnaval dimulai habis Magrib dan bisa berlangsung hingga dini hari. Daya tarik utama bukan hanya dentuman bass yang menggetarkan dada, tetapi juga kilauan lampu-lampu spektakuler dari sound horeg yang membuat suasana semakin meriah.

Kemeriahan ini juga membawa berkah bagi warga sekitar. Bapak Slamet, salah satu pedagang kopi di lokasi acara mengaku omzetnya naik berkali-kali lipat.

"Alhamdulillah berkat acara ini penghasilan kami agak lumayan. Yang biasanya cukup untuk sehari, kali ini bisa untuk 3 hari," kata Slamet.

Menurutnya, meski suara sound horeg sangat keras dan terasa di dada, peminatnya luar biasa. Bukan hanya warga setempat, penonton dari luar Kecamatan Rambipuji pun banyak berdatangan.

"Yang beli kopi di warung kami saja banyak dari luar Rambipuji. Bukan cuma kami pedagang yang dapat hasil, tukang parkir pun ikut dapat penghasilan," tambahnya.

Ia berharap ke depan pemerintah bisa memberikan ruang khusus bagi pecinta sound horeg.

"Harapan kami andai sound horeg seperti ini diberikan tempat yang khusus bagi pecinta horeg mungkin itu lebih baik lagi. Bagi pengusaha sound bisa menampilkan sound-nya, untuk pedagang bisa jualan, terutama pemerintah daerah bisa mendapatkan penghasilan dari pajak hiburan sound horeg," harapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar karnaval ke depan lebih edukatif dengan menyelipkan tarian yang mengisahkan sejarah bangsa yang diiringi sound fantastis, sehingga lebih menarik dan menambah minat penonton.

(Wito)