Ziarah Kemakam Waliyullah Di Bulan Suci Romadhon Mengingatkan Kita Kepada Kematian Dan Sebagai Simbol Bentuk Kepatuhan Kepada Guru



Malang || Visionernusantara.com_.

Perkumpulan atau Jama'ah Ngaji Jalanan atau JAJANAN membulatkan tekad untuk berziarah ke Makam pejuang yang lokasinya sangat jauh. 

JAJANAN terdiri dari beberapa orang asli Minang, Padang, Sunda, Bali, Makasar dan Jawa. 

Jamaah ini di bina oleh seorang guru Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia, Kyai Haji Ibnu Sulaiman Al-Faiz, Singosari, Kabupaten Malang. 

Kyai Benu, sapaan akrab KH Ibnu Sulaiman Al-Faiz, menyampaikan bahwa ziarah itu penting untuk memperkuat iman dan menambah rasa persaudaraan. Kyai Benu memberi arahan Jamaah JAJANAN untuk melaksanakan ziarah ke Makam Mbah Setco-Setuhu di daerah Wajak. 

Jamaah JAJANAN melaksanakan ziarah pada hari Senin malam Selasa, pada tanggal 23 Februari 2026.

Jamaah berangkat jam 13.30 sampai lokasi jam 15.00.

Medan yang cukup berat menanjak, berliku liku tanah terjal dan memasuki hutan dan gunung, dilalui dengan suka cita. Lokasi makam ada di pucuk gunung di desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. 

Hujan deras mengiringi proses ziarah dan ritual. 

Ketua Tim JAJANAN, Ustadz Herman memimpin Tim dengan persiapan yang matang. Mulai Bensin hingga Makanan untuk berbuka puasa yang disupport oleh Windo, salah satu jamaah dari Padang, Sumatera Barat. 

Ekspedisi ziarah dipimpin oleh Gus Khoirul Anwar yang juga owner PT Renthal Al-Hidayah di Wilayah Blimbing Kota Malang. 

Gus Khoirul menyarankan untuk perjalanan menggunakan sepeda motor dan tidak berboncengan, karena medannya cukup terjal dan tanahnya gembur. 

Ritual proses ziarah dan doa dipimpin oleh Gus Muhammad Yuda Faqih, seorang ahli bedah sejarah di wilayah Malang Raya. 

Gus Yuda yang merupakan santri dan guru di Pondok Pesantren Qodiriyah Sulaimaniyah Indonesia, memang spesialisasi di seni budaya dan agama. Gus Yuda mengajak jamaah untuk berkhidmat disaat berdoa di makam dengan dimulai lantunan tembang jawa. 

Makam di wilayah Patok Picis tersebut adalah makam keramat yang usianya ribuan tahun. 

Gus Yuda yang merupakan anggota Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila Kota Malang bidang keagamaan sekaligus Ketua DPW Pasukan 08 Kota Batu, mengajak jamaah JAJANAN tetap fokus di suasana guyuran hujan deras dan kabut tebal. Memahami sejarah Mbah Setco dan Mbah Setuhu adalah pejuang utusan mulia dari Sang Aji Shaka yang sama sama setia, amanah, kuat dan pada akhirnya sama sama gugur dalam mempertahankan amanah nya masing masing. 

Pelaksanaan ziarah akhirnya ditutup dengan buka bersama di rumah Windo, salah satu jamaah dari Padang Sumatera Barat.

Bentuk kepatuhan terhadap Guru, menimbulkan semangat yang membara, terbukti di musim hujan, melalui gunung dan menempuh perjalanan yang jauh dengan kondisi jalan terjal dan ekstrem, jamaah JAJANAN mampu melaksanakan ziarah dengan baik dan tertib serta penuh khidmat. 

(Prasetya).